Senin, 17 Desember 2012

Resensi Karya Non Fiksi “Bagaimana Cara Mengarang Novel”


v  Anisa Anggraini
v  Arya Nugraha .S.
v  Chesa Mitha Vidia
v  Dian Ratna Fuedsi
v  Lytha Dayanara
v  Trisna Yudistira
v  Septian Eka Putra
v  Wulan Harlina Candra

Judul                              : Bagaimana Cara Mengarang Novel
Nama Pengarang               : Maria A. Sardjono
Nama Penerbit dan Kota    : PT. Pustaka Sinar Harapan, Jakarta
Tahun Penerbitan             : 2011
Tebal Buku                      : 105 halaman
Jumlah Bab                     : 3 Bab
Harga Buku                     : Rp. 35.000,-

                    Biasanya, orang yang ingin mengarang sudah mempunyai ide cerita di dalam kepalanya. Namun, entah mengapa ide yang sudah ada dalam kepala sangat susah untuk dikeluarkan. Banyak faktor dan alasan yang melatarbelakangi hal tersebut. Maria A. Sudjono memberikan beberapa tips bagaimana cara menuangkan ide cerita diatas sebuah kertas, melalui bukunya yang berjudul “Bagaimana Cara Mengarang Novel“, Maria mengajak para pembaca untuk menyelami tips-tips bermanfaat dalam proses mengarang sebuah novel, cerpen, maupun lainnya.
          Dengan pengalamannya yang sudah lama berkecimpung sebagai pengarang senior, Maria tidak segan untuk berbagi pengalamannya selama bertahun-tahun. Mulai dari pengalamannya yang manis, hingga pahit. Tak diragukan lagi, buku ini sangat bermanfaat bagi para pengarang pemula.
          Dengan metode tanya-jawab antara penulis (Maria) dan pembaca, hal tersebut setidaknya dapat menuntaskan rasa ingin tahu pembaca terhadap langkah-langkah dan syarat-syarat yang harus dipersiapkan jika ingin menjadi pengarang yang sukses.  Dalam buku karya Maria, terdapat pembagian tiga bab yang memuat bekal untuk menjadi pengarang, memulai proses mengarang, dan hal-hal yang juga perlu diketahui oleh pengarang. Semua dijabarkan secara lengkap dan terperinci.
          Namun, bagi pembaca pemula atau lebih tepatnya kalangan pelajar dan orang yang awam membaca, buku karya Maria A. Sudjono sangat sulit untuk dipahami, apalagi ada perbendaharaan suku kata yang awam digunakan banyak orang. Seperti istilah-istilah asing yang tidak diberikan padanan kata bahasa Indonesianya. Selain itu, metode tanya-jawab yang diterapkan membuat pembaca pemula kesulitan dalam membacanya dan membuat ‘pikiran’ sulit mencerna apa yang ditulis dalam buku tersebut.
          Terlepas dari kelemahan buku, terdapat sisi kelebihan yang membuat kita ‘wajib’ membaca buku tersebut. Diantaranya yaitu Maria memberikan tips dan kunci sukses menjadi pengarang handal, terutama tips yang sudah ia gunakan selama bertahun-tahun, sehingga sudah terbukti kebenarannya dan keampuhannya dalam dunia kepengarangan. Kita hanya perlu mempraktekkannya kembali pada diri kita masing-masing.
          Buku seharga tiga puluh lima ribu rupiah ini sebanding dengan ilmu yang diperoleh. Apalagi, dengan ukuran yang kecil, kita bisa membacanya kapanpun, dan dimanapun. Selamat mencoba!
         

>

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar